Profil Perusahaan
Daur Ulang & Pemberdayaan

Rappo Indonesia

Rappo Indonesia merupakan bisnis sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya di kawasan pesisir dan prasejahtera, dalam upaya memerangi masalah sampah plastik dengan mengubahnya menjadi barang bernilai ekonomi melalui konsep green business.

Ide ini muncul pada 20 Juni 2020, di tengah kondisi Kota Makassar yang menghadapi permasalahan serius terkait sampah plastik. Masalah tersebut belum menemukan solusi yang konkret, sehingga membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak untuk ikut berperan serta.

#TransformingWasteEmpoweringWomen
/
110.958+
Plastik Terdaur Ulang
48+
Perempuan Terlibat
105+
Masyarakat Berkontribusi
27+
Pelaku Usaha Terlibat
4+
Bank Sampah Mitra
— Akses Lapangan Kerja Layak

Selain mengatasi masalah sampah plastik, Rappo Indonesia juga berfokus pada penyediaan akses pekerjaan bagi perempuan yang sangat terbatas, terutama di kawasan prasejahtera. Kondisi ini semakin memburuk dengan adanya pandemi Covid-19, yang menyebabkan banyak perempuan kehilangan sumber penghasilan mereka. Melalui Rappo Indonesia, diharapkan perempuan di kawasan pesisir dapat memperoleh kesempatan kerja yang layak dan terlibat dalam aktivitas yang memberikan dampak positif bagi lingkungan.

— Rantai Produksi Daur Ulang Bernilai Tinggi

Rappo Indonesia menjalankan program-program yang melibatkan perempuan dalam proses pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah plastik. Plastik yang berhasil didaur ulang diubah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti tas, dompet, dan barang-barang rumah tangga lainnya. Produk-produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan yang terlibat dalam proses produksinya.

— Model Green Business Berkelanjutan

Dengan mengadopsi konsep green business, Rappo Indonesia berupaya menciptakan model bisnis yang berkelanjutan. Setiap produk yang dihasilkan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi lingkungan tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi perempuan. Partisipasi aktif perempuan dalam seluruh rantai produksi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya pengelolaan sampah dan memberikan keterampilan yang dapat digunakan untuk menciptakan peluang ekonomi baru.

— Sinergi Lingkungan & Kemandirian Sosial

Rappo Indonesia percaya bahwa kontribusi positif bagi lingkungan dan pemberdayaan perempuan adalah dua hal yang saling berkaitan. Dengan melibatkan perempuan dalam aktivitas yang berdampak positif bagi lingkungan, Rappo Indonesia berupaya memberikan solusi konkret terhadap permasalahan sampah plastik sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi perempuan di kawasan pesisir dan prasejahtera. Harapannya, inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan perempuan.

/
Dokumentasi pelatihan, proses produksi tas daur ulang, dan pemberdayaan perempuan di Makassar & Depok.
— Fokus Visi

Visi Rappo Indonesia

Menjadi pionir bisnis sosial hijau (green business) yang berkelanjutan di Indonesia dalam mengatasi permasalahan sampah plastik sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan di kawasan pesisir dan prasejahtera.

— Fokus Misi

Misi Rappo Indonesia

  • — Membuka akses kesempatan kerja yang layak dan inklusif bagi perempuan pesisir dan komunitas prasejahtera.
  • — Mengolah sampah kantong plastik menjadi aneka produk bernilai fungsional dan ekonomi tinggi seperti tas, dompet, dan aksesori.
  • — Menerapkan rantai nilai green business yang terpadu guna mendorong peningkatan kesejahteraan hidup perempuan.
  • — Meningkatkan kesadaran lingkungan dan membekali keterampilan kewirausahaan demi terciptanya peluang ekonomi mandiri.
Identitas Brand

Filosofi Logo Rappo

Setiap elemen grafis, bunyi nama, serta warna logo merangkum akar budaya luhur Sulawesi Selatan dan semangat sirkular kami.

Banner Dekonstruksi Logo Rappo Indonesia ᨑ (rap) + ᨄᨚ (po) = Rappo (Buah)
[ 01 ]

Makna Nama "Rappo"

Nama Rappo diambil dari bahasa lokal Bugis-Makassar yang memiliki arti "buah". Filosofi buah diyakini tepat menggambarkan semangat dan mimpi besar bahwa ikhtiar kolektif yang dijalankan bersama melalui Rappo akan membuahkan hasil manis, utamanya bagi pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat yang diberdayakan.

[ 02 ]

Aksara Lontara & La Galigo

Logo Rappo mengadopsi susunan huruf Lontara yang jika dibaca berbunyi persis "rap-po". Aksara ini mengakar kuat pada peradaban Bugis-Makassar dan digunakan dalam naskah La Galigo—karya sastra epos terpanjang di dunia yang menceritakan mitos penciptaan dunia dan asal-usul kehidupan manusia.

[ 03 ]

Simbolisme Kuning & Biru

Warna logo terdiri atas dua unsur utama: Kuning merepresentasikan limbah kantong kresek daur ulang sekaligus energi optimis, cerah, dan ramah. Biru terinspirasi dari warna samudra laut, mewakili misi utama mencegah sampah plastik mencemari perairan sekaligus simbol kepercayaan diri dan stabilitas bisnis sosial.

Struktur Kelembagaan

Dua Entitas Rappo Indonesia

Rappo Indonesia bergerak melalui integrasi entitas bisnis sirkular dan yayasan dampak sosial.

Green Business Entity

PT Karya Rappo Indonesia

Entitas bisnis sirkular yang mengelola operasional produksi, kemitraan B2B/B2G, dan komersialisasi produk daur ulang bernilai tinggi.

Struktur Organisasi:
Akmal Idrus Founder & CEO
Adri Chief Business Officer
Andi Nurul Chief Sustainability Officer
Social & Community Foundation

Yayasan Dampak Rappo

Entitas nirlaba yang berfokus pada pelatihan keterampilan menjahit, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan perempuan di kawasan pesisir dan prasejahtera.

Struktur Kepengurusan:
Akmal Idrus Chairman
Adri Vice Chairman
Andi Nurul Director

Jabatan di Entitas:
PT Karya Rappo Indonesia
Yayasan Dampak Rappo
Profil & Peran di Rappo:

Telah Digunakan Oleh
WWF Indonesia
Bank Indonesia
VALE
Explore Makassar
CIMB Niaga
Nusantara Infrastructure

Mari Berkolaborasi & Berdampak Bersama

Kami siap membantu perusahaan Anda mencapai target ESG, pengadaan merchandise daur ulang berkualitas, hingga pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.